News, Opini  

Lahat Kaya, tapi kenapa PAD masih biasa?

Aktivis pembaharuan Sumsel

Oleh: Aktivis Pembaharuan Sumatera Selatan

Kabupaten Lahat bukan daerah miskin.
Lahat adalah daerah kaya raya—kopi melimpah, batubara menggunung, sawit membentang, dan potensi wisata terbuka lebar. Tapi pertanyaannya sederhana:

Kenapa Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih belum maksimal?
Ini bukan soal tidak ada potensi.
Ini soal tidak seriusnya pengelolaan.
Kekayaan Ada, Tapi Bocor di Mana-Mana
Setiap hari, hasil bumi Lahat keluar dari daerah ini:

1. Kopi dikirim ke luar daerah
2. Batubara diangkut tanpa henti
3. Sawit diproduksi dalam skala besar

Namun, berapa besar yang kembali ke kas daerah?
Hampir tidak sebanding.

Di mana kontribusi nyata dari:

Distribusi hasil perkebunan?
Aktivitas angkutan barang?
Pemanfaatan aset daerah?

Jika semua ini tidak tercatat dan tidak ditarik retribusinya secara maksimal, maka yang terjadi adalah:

Lahat hanya jadi penonton di tanahnya sendiri.
Retribusi Lemah, Pajak Bocor, Pengawasan Tumpul

Realita di lapangan:

1. Banyak usaha tidak terdata
2. Pajak restoran dan hotel tidak transparan
3. Parkir liar tanpa kontribusi PAD
4. Aset daerah terbengkalai tanpa pemasukan

Ini bukan sekadar kelalaian.
Ini adalah kegagalan sistemik dalam tata kelola daerah.

*Kopi Lahat Mendunia, Tapi PAD Nol Besar?*

Lahat dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik.
Tapi ironisnya, sektor ini belum memberikan dampak signifikan ke PAD.
Kenapa?

Karena:

Tidak ada regulasi kuat soal distribusi
Tidak ada retribusi angkutan hasil kopi
Tidak ada hilirisasi yang serius
Padahal, jika dikelola dengan benar:

Harusnya Setiap kilogram kopi yang keluar dari Lahat bisa jadi sumber PAD.
Sudah Saatnya Berhenti Nyaman dengan Kondisi Ini
Pemerintah daerah tidak boleh terus beralasan.
Masyarakat juga tidak boleh diam.
Karena PAD bukan sekadar angka di laporan.

PAD adalah:

Jalan yang bagus
Sekolah yang layak
Pelayanan kesehatan yang baik
Kesejahteraan masyarakat
Jika PAD lemah, maka pembangunan juga ikut lemah.

*Tuntutan Kami: Saatnya Bertindak!
Kami mendesak Pemerintah Kabupaten Lahat untuk:*

1. Audit total potensi dan realisasi PAD
2. Perbaiki sistem pendataan pajak dan retribusi
3. Buat regulasi distribusi hasil bumi (kopi, sawit, dll)
4. Optimalkan seluruh aset daerah
5. Digitalisasi sistem pajak untuk cegah kebocoran
6. Tindak tegas oknum yang bermain dalam PAD

Penutup: Jangan Biarkan Lahat Terus Dirampok Diam-Diam
Jika hari ini kita diam,
maka kebocoran PAD akan terus terjadi.
Jika hari ini kita berani bersuara,
maka perubahan bisa dimulai.
Lahat tidak kekurangan potensi.
Lahat hanya kekurangan keberanian untuk menata.

🔥 Saatnya bangkit. Saatnya lawan kebocoran. Saatnya selamatkan PAD Lahat.