Opini  

1 JUNI: PANCASILA JANGAN HANYA JADI SEREMONI, TAPI SENJATA MELAWAN KETIDAKADILAN

 

Oleh: Rizky Ardiyansyah Sholeh

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa ini kembali memperingati Hari Lahir Pancasila. Tahun 2026, peringatan tersebut kembali menjadi hari libur nasional dan momentum refleksi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Namun pertanyaannya sederhana: apakah Pancasila hari ini masih hidup dalam kebijakan negara, atau hanya hidup dalam upacara dan pidato?
Pancasila lahir bukan untuk dipajang di dinding kantor. Pancasila bukan sekadar hafalan lima sila yang diucapkan saat upacara. Pancasila lahir dari pergulatan pemikiran para pendiri bangsa yang menginginkan Indonesia berdiri di atas keadilan sosial, persatuan, kemanusiaan, dan kedaulatan rakyat.

Ironisnya, di tengah perayaan Hari Lahir Pancasila, rakyat masih menyaksikan ketimpangan ekonomi yang semakin lebar. Petani masih kesulitan mendapatkan harga yang layak. Pemuda masih berjuang mencari pekerjaan.

Korupsi masih menjadi penyakit yang menggerogoti kepercayaan publik. Sementara itu, suara masyarakat kecil sering kali tenggelam oleh kepentingan elite dan kelompok yang memiliki kekuasaan.

Jika sila kelima berbunyi “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” maka keadilan itu harus hadir dalam kebijakan nyata, bukan hanya menjadi slogan tahunan.

Pancasila juga mengajarkan persatuan. Tetapi persatuan bukan berarti membungkam kritik. Justru kritik yang jujur adalah bagian dari kecintaan terhadap bangsa. Demokrasi yang sehat lahir ketika rakyat berani mengawasi, mengoreksi, dan mengingatkan penguasa agar tetap berada di jalan yang benar.

Sebagai generasi muda Sumatera Selatan, kita memiliki tanggung jawab moral untuk mengembalikan Pancasila sebagai ruh perjuangan rakyat. Pancasila harus hadir dalam keberpihakan kepada petani, nelayan, buruh, pelaku UMKM, pelajar, dan seluruh lapisan masyarakat yang selama ini menjadi tulang punggung bangsa.

Jangan biarkan Pancasila hanya menjadi simbol yang diperingati setahun sekali. Jadikan Pancasila sebagai alat perjuangan melawan kemiskinan, kebodohan, ketimpangan, dan segala bentuk ketidakadilan.

Karena sesungguhnya ancaman terbesar terhadap Pancasila bukanlah mereka yang tidak menghafalnya, melainkan mereka yang mengucapkannya setiap hari tetapi mengkhianati nilainya dalam tindakan.
Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.
Pancasila harus hidup di jalan perjuangan rakyat, bukan hanya di podium kekuasaan. 🇮🇩